Selasa, 15 September 2026

Dugaan Pungli Berkedok Legalisir Ijazah Kembali Terjadi di SDN Sri Mulyo Musi Banyuasin, Wali Murid Mengaku Keberatan

TARGET INVESTIGASI MUSI BANYUASIN – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) di lingkungan institusi pendidikan dasar diduga kembali terjadi. Kali ini, keluhan mencuat dari sejumlah wali murid di SDN Sri Mulyo, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan.
Pihak sekolah disinyalir menarik sejumlah uang dari para orang tua dengan dalih sebagai biaya administrasi legalisir dan fotocopy ijazah kelulusan siswa.

Salah satu wali murid yang berani bersuara, Sulasmi, secara terbuka mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kebijakan sepihak tersebut. Ia mengaku terpaksa harus membayar uang tunai sebesar Rp20.000 hanya untuk mendapatkan lembaran fotocopy ijazah anaknya yang telah dilegalisir oleh pihak sekolah. Senin (14/09/2026)

"Kami selaku wali murid merasa sungguh keberatan dengan adanya penarikan biaya ini. Uang sebesar Rp20.000 mungkin dinilai kecil oleh sebagian orang, tetapi bagi kami rakyat kecil di desa, uang tersebut sangat berarti untuk kebutuhan dapur sehari-hari. Apalagi setahu kami, segala bentuk pengurusan administrasi kelulusan dan ijazah di sekolah negeri itu seharusnya gratis dan sudah ditanggung oleh negara," keluh Sulasmi dengan nada kecewa saat diwawancarai.

Menurut keterangan warga sekitar, dugaan praktik penarikan uang kelulusan ini dinilai mencederai komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang terjangkau dan bebas dari segala bentuk pungutan ilegal. Kasus seperti ini dikhawatirkan akan terus berulang jika tidak ada tindakan tegas dari instansi terkait.

Praktik penarikan uang dengan modus legalisir ijazah di SDN Sri Mulyo ini terus menuai sorotan tajam serta polemik di tengah masyarakat Kecamatan Tungkal Jaya. Para wali murid mendesak pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin beserta Tim Saber Pungli setempat untuk segera turun ke lapangan guna memeriksa kebenaran penarikan dana tersebut agar tidak semakin membebani masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Sekolah Dasar Negeri Sri Mulyo belum memberikan respons terkait dugaan pungli legalisasi ijazah. Konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp pribadinya tidak dibalas. Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak sekolah jika ingin memberikan hak jawab atau klarifikasi.(IR)

Minggu, 06 September 2026

Aksi gotong royong warga RT 11 Perumahan Griya Vina Asri, Talang Kelapa, Banyuasin

TARGET INVESTIGASI BANYUASIN_menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa dalam membangun lingkungan. Pemasangan gorong-gorong hasil bantuan dari kelurahan ini menjadi langkah penting untuk mengantisipasi genangan air serta melancarkan drainase di pemukiman warga. (6/9/2026)

​Semangat Gotong Royong Warga RT 11 Griya Vina Asri Pasang Gorong-Gorong Bantuan Kelurahan TALANG KELAPA – Warga Perumahan Griya Vina Asri, khususnya di kawasan Jalan Tiga Putri, RT 11 Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, tampak antusias bahu-membahu melaksanakan kegiatan gotong royong pemasangan gorong-gorong.

​Pemasangan gorong-gorong ini merupakan tindak lanjut atas bantuan sarana infrastruktur yang disalurkan oleh pihak Kelurahan Tanah Mas Indah.

Sejak pagi hari, warga dari berbagai usia berkumpul membawa peralatan kerja bakti untuk menggalir saluran drainase dan memasang gorong-gorong secara swadaya.

​Ketua RT 11 menyampaikan apresiasinya atas bantuan dari pemerintah kelurahan serta rasa bangga terhadap kekompakan warga.

Dengan terpasangnya gorong-gorong ini, aliran air di wilayah Jalan Tiga Putri diharapkan menjadi lebih lancar sehingga meminimalisir risiko banjir atau genangan saat musim hujan.

​Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini ditutup dengan makan bersama hasil swadaya warga setempat.
Gotong royong ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah kelurahan dan partisipasi aktif masyarakat mampu mewujudkan lingkungan yang lebih nyaman dan tertata.(Roy)

Minggu, 30 Agustus 2026

Aksi Nyata Tanpa Tunggu Korban: Warga RT 11 Perumahan Griya Vina Asri Inisiatif Perbaiki Lingkungan Secara Swadaya

TARGET INVESTIGASI, BANYUASIN — Tingginya kepedulian sosial dan kesadaran kolektif kembali ditunjukkan oleh warga RT 11 Perumahan Griya Vina Asri, Kabupaten Banyuasin. Melalui inisiatif gotong royong mandiri, warga turun tangan langsung memperbaiki infrastruktur dan fasilitas lingkungan demi mengutamakan keselamatan bersama tanpa harus menunggu respons birokrasi yang lambat ataupun jatuhnya korban jiwa.

Langkah proaktif ini mendapat apresiasi luas karena dinilai sebagai bentuk nyata ketahanan sosial masyarakat dalam merespons potensi bahaya di lingkungan tempat tinggal mereka.

Berdasarkan pantauan di lapangan, aksi swadaya ini membawa sejumlah dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga, terutama dalam meningkatkan aspek keselamatan lingkungan:

  • Meminimalkan Risiko Kecelakaan: Perbaikan yang dilakukan secara cepat berhasil menekan potensi kecelakaan lalu lintas maupun cedera fisik yang kerap mengancam pengguna jalan.

  • Perlindungan Kelompok Rentan: Langkah preventif ini memberikan rasa aman yang lebih baik, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu-ibu, dan pengendara sepeda motor yang melintas setiap hari.

  • Mempererat Solidaritas Warga: Gotong royong ini tidak hanya berdampak pada fisik lingkungan, tetapi juga semakin memperkuat kerukunan dan kebersamaan antarwarga RT 11.

Inisiatif yang dimotori oleh warga RT 11 Perumahan Griya Vina Asri ini diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus contoh positif bagi perumahan dan wilayah lain di Kabupaten Banyuasin untuk senantiasa mengedepankan aksi tanggap darurat dan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.

Kontributor: Jali Roy, Redaksi Target Investigasi

Senin, 24 Agustus 2026

Inisiatif gotong royong yang dilakukan warga RT 11 Perumahan Griya Vina Asri ini patut diacungi jempol.

TARGET INVESTIGASI BANYUASIN,Langkah proaktif seperti ini membuktikan tingginya kepedulian sosial dan kesadaran warga terhadap keselamatan bersama, 
tanpa harus menunggu respon lambat atau terjadinya korban jiwa terlebih dahulu.

​Dampak Positif Aksi Gotong Royong
​Meningkatkan Keselamatan Lingkungan: 
Meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas atau cedera fisik,
 khususnya bagi kelompok rentan seperti ibu-ibu, anak-anak, dan pengendara motor.

Minggu, 23 Agustus 2026

DPRD dan Pemkab Musi Rawas Sepakati Propemperda 2026, Bupati Sampaikan 4 Raperda Strategis



DPRD dan Pemkab Musi Rawas Sepakati Propemperda 2026, Bupati Sampaikan 4 Raperda Strategis

TARGET INVESTIGASI, Musi Rawas – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas menggelar Rapat Paripurna penting di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Musi Rawas, Kamis (20/8). Agenda utama rapat ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas, sekaligus penetapan keputusan DPRD mengenai Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026.

Rapat paripurna ini dihadiri langsung oleh Bupati Musi Rawas Hj. Ratna Machmud, Ketua DPRD Firdaus Cik Olah, Wakil Ketua I Azandri, Wakil Ketua II Yanidika Syaputra, serta jajaran anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas.

Penandatanganan MoU ini menjadi simbol sinergi kuat antara pihak legislatif dan eksekutif. Langkah ini bertujuan untuk menyelaraskan penyusunan dan pembahasan regulasi daerah agar berjalan optimal. Penetapan keputusan Propemperda 2026 juga disahkan sebagai landasan prioritas pembuatan peraturan daerah di Kabupaten Musi Rawas sepanjang tahun tersebut.

Setelah prosesi penandatanganan, rapat dilanjutkan dengan penyampaian penjelasan oleh Bupati Musi Rawas terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Raperda). Dalam paparannya, Bupati Ratna Machmud menguraikan substansi dan urgensi dari setiap Raperda. Regulasi ini dirancang untuk mendukung percepatan pembangunan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat luas.

Lebih lanjut, Bupati juga menyampaikan empat Raperda insentif Kabupaten Musi Rawas. Aturan ini diproyeksikan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, memacu nilai investasi, serta memberikan kemudahan birokrasi bagi para pelaku usaha di wilayah Musi Rawas.

Rapat paripurna ini menjadi momentum krusial untuk mempererat kolaborasi instansi demi melahirkan regulasi yang responsif, adaptif, dan berpihak pada kepentingan seluruh masyarakat Musi Rawas. ADV ("")

Sabtu, 22 Agustus 2026

Gorong-Gorong Rusak di Griya Vina Asri tana mas indah RT 11 Tak Kunjung Diperbaiki, Warga desak Janji Pihak Kecamatan Talang Kelapa, ibu-ibu sering jadi korban.

TARGET INVESTIGASI,​BANYUASIN – Keluhan masyarakat terkait infrastruktur yang terbengkalai kembali mencuat di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Gorong-gorong yang berlokasi di kawasan Perumahan Griya Vina Asri, Kelurahan Tanah Mas Indah RT 11, hingga kini tak kunjung mendapat perbaikan fisik, meski kondisinya kian memprihatinkan dan membahayakan keselamatan warga.
​Kerusakan gorong-gorong tersebut telah berlangsung lama dan menjadi penyebab maraknya insiden lalu lintas di lokasi. Lubang dan kerusakan struktur yang amblas kerap memakan korban, khususnya para pengendara sepeda motor yang melintas, terlebih saat penerangan minim di malam hari atau ketika tergenang air hujan.

​Berdasarkan hasil konfirmasi, pihak Pemerintah Kecamatan Talang Kelapa sebelumnya telah memberikan penjelasan dan berjanji akan segera memperbaiki fasilitas publik tersebut. Namun, janji tinggal janji. Hingga saat ini belum ada realisasi perbaikan di lapangan, yang akhirnya memicu rasa frustrasi dan kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
​"Kami sudah mengonfirmasi ke pihak Kecamatan Talang Kelapa dan mereka bilang akan diperbaiki. Tapi sampai sekarang cuma janji-janji saja, tidak ada pengerjaan sama sekali. Padahal kecelakaan terus terjadi. Kami minta pemerintah jangan tunggu sampai ada korban jiwa baru bergerak," tegas salah seorang warga Perumahan Griya Vina Asri.
​Masyarakat Kelurahan Tanah Mas Indah mendesak Pemerintah Kabupaten Banyuasin dan pihak Kecamatan Talang Kelapa untuk segera membuktikan komitmennya dengan menurunkan tim teknis ke lokasi. Perbaikan gorong-gorong ini dinilai sangat mendesak mengingat jalurnya merupakan akses vital untuk mobilitas harian warga.

​Hingga berita ini diturunkan, warga masih menagih janji dan menunggu langkah nyata perbaikan dari instansi terkait. (Roy)

Senin, 17 Agustus 2026

4 Kali Memakan Korban, Gorong-Gorong Berlubang di Perumahan Griya Vina Asri Banyuasin Kembali Telan Korban Ibu Menyusui

TARGET INVESTIGASI BANYUASIN — Akses jalan di dalam Perumahan Griya Vina Asri, RT 11/01, Kelurahan Tanah Mas Indah, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, kian mencemaskan. Sebuah gorong-gorong yang dibiarkan rusak dan berlubang kembali memakan korban jiwa, menimpa seorang pengendara sepeda motor pada Senin (17/8/2026).
Korban terbaru diketahui bernama Ibu Mareta, seorang warga setempat yang belum lama ini melahirkan dan tengah dalam masa menyusui. Ia terperosok ke dalam lubang gorong-gorong tersebut saat sedang melintas mengendarai sepeda motornya.
Menurut pengakuan Ibu Mareta, infrastruktur yang rusak ini bukan pertama kalinya mencelakai warga. Lokasi tersebut tercatat sudah menelan korban hingga empat kali akibat tidak adanya perbaikan atau rambu peringatan yang memadai.

"Gorong-gorong rusak ini sudah empat kali memakan korban," ujar Ibu Mareta dengan nada kecewa setelah mengalami insiden tersebut.

Warga Perumahan Griya Vina Asri RT 11/01 mendesak  Pemerintah Kabupaten Banyuasin melalui dinas terkait untuk segera mengambil tindakan nyata. Warga khawatir jika terus dibiarkan tanpa perbaikan, lubang gorong-gorong tersebut akan kembali memakan korban baru yang lebih fatal.

Minggu, 16 Agustus 2026

HUT RI ke-81, Warga Perumnas Rahma Atusias Mengadakan PerlombaanHUT RI ke-81,

TARGET INVESTIGASI_Warga Perumnas Rahma Atusias Mengadakan Perlombaan
Lubuk Linggau, Sumatera Selatan — Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, warga Perumnas Rahma, khususnya RT 02, Kecamatan Lubuk Linggau Selatan I, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, menggelar berbagai perlombaan.
Kegiatan tersebut mendapat antusiasme yang tinggi dari warga. Berbagai perlombaan diselenggarakan sebagai bentuk kebersamaan sekaligus untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Ketua RT 02 Perumnas Rahma turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Suasana penuh semangat dan kegembiraan terlihat selama berlangsungnya perlombaan.

Kegiatan perayaan HUT RI ke-81 ini diharapkan dapat terus menumbuhkan rasa nasionalisme, kekompakan, serta semangat gotong royong di lingkungan masyarakat Perumnas Rahma.

Perumnas Rahma, Lubuk Linggau Selatan I, Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan

Selasa, 14 Juli 2026

Diduga Minim Perawatan, Plafon SDN Bandar Agung Kecamatan Lalan Rusak Parah dan Bahayakan Siswa


TARGET INVESTIGASI - MUSI BANYUASIN – Kondisi infrastruktur pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin kembali menjadi sorotan. Satuan pendidikan SDN Bandar Agung yang berlokasi di RT 04 RW 01, Desa Bandar Agung, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, diduga kuat luput dari perhatian dan perawatan pemerintah maupun pihak sekolah.
Berdasarkan pantauan dan laporan di lapangan, kerusakan fisik terlihat sangat jelas pada bagian plafon bangunan sekolah. Banyak titik plafon yang tampak jebol, melapuk, dan dibiarkan meranggas tanpa adanya upaya perbaikan nyata.

Kondisi ini memicu kekhawatiran besar dari wali murid dan masyarakat setempat, mengingat kerusakan tersebut berpotensi ambruk sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan para siswa yang sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyayangkan lambatnya respons dari pihak manajemen sekolah maupun dinas terkait.

"Kondisinya sudah terlihat jelas rusak dan sangat membahayakan anak-anak. Gedung sekolah negeri seharusnya menjadi tempat yang aman, namun jika plafonnya rusak parah dan dibiarkan begitu saja tanpa perbaikan, ini menunjukkan tidak adanya perawatan rutin," ujarnya kesal.

SDN Bandar Agung merupakan salah satu fasilitas pendidikan dasar negeri yang vital di wilayah Kecamatan Lalan. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang salah satu peruntukannya adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah ringan, dipertanyakan realisasinya oleh masyarakat setempat akibat pembiaran kerusakan ini.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kepala Sekolah maupun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Musi Banyuasin belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pembiaran kerusakan fasilitas sekolah tersebut serta rencana perbaikan ke depan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengambil langkah taktis guna merenovasi bangunan sekolah demi menjamin keselamatan serta kenyamanan generasi penerus bangsa di Kecamatan Lalan.

Jumat, 03 Juli 2026

Viral Beredar Video Diiduga Pungli Dikawasan Taman Olahraga Megang Lubuklinggau

TARGET INVESTIGASI_Lubuklinggau viralnya video yang beredar di mensos saat seorang awak media sedang mewawancarai para pedagang kecil yang berada di kawasan Taman Olahraga Megang kota Lubuklinggau. Video tersebut diambil pada hari senin 25/06/2026 dikawasan depan pagar Taman Olahraga Megang (TOM). Tampak terlihat dengan wajah lesu dan sedih pedagang tersebut memberikan keterangan kepada awak media Online. Dugaan pungli oleh oknum yang bukan dari petugas resmi pengambilan distribusi yang sah.
Terlihat pedang tersebut hanya menjual es yang hanya di hargai sebesar Rp 5000.- perbungkus. Dalam kesaksiannya dengan inisia B yang nama nya tidak mau di sebutkan kerena takut akan adanya ancaman diduga oknum pungli tersebut. Saat awak media menanyakan apakah membayar lapak jualan atau memberikan setoran untuk berjualan disisni. Beliau mengatakan “ benar kami disini harus membayar setiap hari sebesar Rp. 50.000.- ( lima puluh ribu rupiah) apalagi pada saat ada acara event artis. Sedangkan kami cuman hanya berjualan es dan cilok saja yang cuman mendapatkan hasil sedikit buat menghidupi istri dan anak kami.
Apa lagi dengan keadaan ekonomi begini serba mahal dan susah serta saya harus membiayai anak – anak saya buat sekolah. Saat awak media menanyakan apakah bapak keberatan dan langsung dijawab sangat berat apalagi belum tentu kami pedagang dagangan kami habis atau laku, “ujarnya.
Informasi yang kami dapat kan bahwa pungli yang di lakukan oleh oknum tersebut bernama Okta dan Geri dari beberapa pedagang di kawasan TOM tersebut. Bahkan diduga oknum tersebut saat berinteraksi dengan para pedagang dan media kalau beliau adalah masih saudara Walikota Lubuklinggau bapak H. Rachmat Hidayat. Bahkan kawasan parkir di area kawasan Taman Olahraga Megang itu adalah haknya dia.
Ini cukup miris dan harus ditindak tegas pihak Aparat hukum di kota Lubuklinggau dalam hal Tim Saber Pungli terkhusus Polres kota Lubuklinggau. Sampai saat berita ini naik belum ada tindakan dari pihak polres lubuklinggau dalam hal ini Reskrim untuk segera mengabil tidakan tegas terhadap oknum tersebut.
Saat awak media menghubungi kasat Reskrim Polres Lubuklinggau AKP M. Kurniawan Azwar, S.T.K., S.I.K., M.A.P. melalui vhia WhatsApp dengan nomor contact 08xx72xx75xx belum ada jawaban dan respon dari beliau. (*)Indra.
̶ ̶ ̶ ̶ ̶ ̶
Relis berita pres yang lebih tajam lagi

Senin, 29 Juni 2026

Proyek Pengaman Tebing Sungai Mesat Senilai Rp6,9 Miliar Molor, LSM Projamin Desak Pemerintah Bertindak Tegas

TARGET INVESTIGASI - Lubuklinggau, 29 Juni 2026 – Proyek pembangunan pengaman tebing Sungai Mesat di Kecamatan Lubuklinggau Timur II kembali menjadi sorotan publik. Proyek yang memiliki nilai kontrak sebesar Rp6.949.165.000 dan dikerjakan oleh CV Putri Aceh tersebut mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan hingga melewati masa kontrak dan dilanjutkan ke tahun anggaran berikutnya.
Kondisi tersebut memicu perhatian masyarakat serta mendapat tanggapan dari DPD LSM Projamin (Profesional Jaringan Mitra Negara). Organisasi tersebut menilai keterlambatan proyek perlu menjadi perhatian serius karena berkaitan dengan penggunaan anggaran negara dan keselamatan masyarakat di sekitar bantaran Sungai Mesat.
Ketua DPD LSM Projamin menyampaikan bahwa proyek bernilai hampir Rp7 miliar seharusnya dapat diselesaikan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.
"Kami melihat progres pekerjaan di lapangan berjalan lambat. Ini merupakan proyek yang menggunakan uang rakyat dengan nilai miliaran rupiah. Keterlambatan hingga menyeberang tahun anggaran harus menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah," ujarnya.
LSM Projamin juga meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selain itu, LSM Projamin mendesak agar apabila ditemukan adanya pelanggaran kontrak atau ketidakmampuan penyedia jasa dalam memenuhi kewajibannya, pemerintah memberikan sanksi sesuai mekanisme hukum yang berlaku, termasuk mempertimbangkan pemutusan kontrak maupun pencantuman dalam Daftar Hitam (Blacklist) apabila memenuhi persyaratan berdasarkan hasil evaluasi resmi.
Berdasarkan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, keterlambatan penyelesaian pekerjaan dapat dikenakan denda sebesar 1/1000 (satu per mil) per hari dari nilai kontrak, sesuai ketentuan yang berlaku dalam kontrak dan regulasi pengadaan pemerintah.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Lubuklinggau segera memberikan kepastian terkait penyelesaian proyek tersebut. Pasalnya, keterlambatan pembangunan pengaman tebing dinilai berpotensi meningkatkan risiko longsor dan banjir bagi warga yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Mesat.( Ibt )

Rabu, 17 Juni 2026

Dugaan Praktik ‘Ngepok’ Solar di SPBU Tugumulyo Resahkan Warga, Aparat Diminta Turun Tangan


TARGET INVESTIGASI - MUSI RAWAS – Dugaan praktik penimbunan dan permainan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, memicu keresahan warga. Selain pembatasan sepihak pada siang hari, solar diduga dijual dengan harga lebih tinggi pada malam hari hingga sempat memicu keributan di lokasi.

Menurut informasi dari warga dan pengendara setempat, pembelian solar pada siang hari dibatasi ketat hanya berkisar antara Rp100.000 hingga Rp150.000 per kendaraan. 

Namun, pembatasan ini diduga sengaja dilakukan untuk menyisakan kuota demi praktik "ngepok" atau penimbunan pada malam hari.Saat malam tiba, oknum di SPBU diduga menaikkan harga solar secara ilegal menjadi Rp11.000 per liter dari harga normal Rp10.000 per liter. 

Sistem penjualannya pun dilakukan secara tertutup dengan cara membuka-tutup rantai penghalang pintu masuk untuk memilah pembeli yang bersedia membayar lebih mahal.Puncak kekesalan masyarakat terjadi sekitar tiga hari lalu. 

Sempat terjadi keributan antara sejumlah pengendara dengan salah satu oknum petugas SPBU bernama Nova akibat aturan sepihak yang dinilai merugikan konsumen tersebut.

Menanggapi situasi ini, masyarakat mendesak Dinas Perdagangan, Pertamina, dan aparat penegak hukum segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan menindak tegas oknum yang terlibat. 

Hingga saat ini, pihak manajemen SPBU Tugumulyo belum memberikan keterangan resmi terkait insiden dan dugaan pelanggaran tersebut. 
(Red)

innalillahi wa inna ilaihi ra'jiun "Telah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu MinarniLubuklinggau 17 Juni 2026–

Telah Pulang keTelah Pulang ke Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni
Lubuklinggau 17 Juni 2026– Kabar duka menyelimuti keluarga besar Panti Asuhan Al-Amin serta masyarakat Kelurahan Marga Rahayu. Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni, telah berpulang ke rahmatullah pada pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Husen, Palembang, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka pada pukul 01.35 WIB dini hari dengan menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Husen Palembang. Rumah duka beralamat di Jl. Marga Rahayu RT 003 No. 26, Kota Lubuklinggau.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan besok siang di TPU Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau.
Semasa hidupnya, Ibu Minarni dikenal sebagai sosok perempuan yang baik hati, ramah, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beliau tidak hanya menjadi panutan bagi warga sekitar, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan membimbing anak-anak di Panti Asuhan Al-Amin dengan penuh kasih sayang.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi anak-anak panti yang selama ini menganggap beliau sebagai sosok ibu. Dengan penuh cinta dan perhatian, Ibu Minarni telah membesarkan, menyayangi, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak asuhnya untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Masyarakat Kelurahan Marga Rahayu turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Mereka mengenang Ibu Minarni sebagai pribadi yang tulus dalam mengabdi kepada sesama dan selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin. Rahmatullah, Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni
Lubuklinggau – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Panti Asuhan Al-Amin serta masyarakat Kelurahan Marga Rahayu. Pimpinan Panti Asuhan Al-Amin, Ibu Minarni, telah berpulang ke rahmatullah pada pukul 14.00 WIB di Rumah Sakit Husen, Palembang, setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Jenazah almarhumah tiba di rumah duka pada pukul 01.35 WIB dini hari dengan menggunakan ambulans dari Rumah Sakit Husen Palembang. Rumah duka beralamat di Jl. Marga Rahayu RT 003 No. 26, Kota Lubuklinggau.
Rencananya, almarhumah akan dimakamkan besok siang di TPU Marga Rahayu, Kota Lubuklinggau.
Semasa hidupnya, Ibu Minarni dikenal sebagai sosok perempuan yang baik hati, ramah, dan memiliki jiwa sosial yang tinggi. Beliau tidak hanya menjadi panutan bagi warga sekitar, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk merawat dan membimbing anak-anak di Panti Asuhan Al-Amin dengan penuh kasih sayang.
Kepergian almarhumah meninggalkan duka yang mendalam, terutama bagi anak-anak panti yang selama ini menganggap beliau sebagai sosok ibu. Dengan penuh cinta dan perhatian, Ibu Minarni telah membesarkan, menyayangi, serta memberikan kesempatan kepada anak-anak asuhnya untuk memperoleh pendidikan dan kehidupan yang layak sebagaimana anak-anak pada umumnya.
Masyarakat Kelurahan Marga Rahayu turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah. Mereka mengenang Ibu Minarni sebagai pribadi yang tulus dalam mengabdi kepada sesama dan selalu hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosa almarhumah, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.

Selasa, 16 Juni 2026

Anggaran Sarpras Dinilai Fantastis, Realisasi Pengecatan Gedung SMA Negeri 2 Sanga Desa Dipertanyakan

TARGET INVESTIGASI - Musi Banyuasin – Dugaan ketidakberesan terkait pengelolaan dana fasilitas sekolah mencuat di Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Pasalnya, anggaran untuk alokasi Sarana dan Prasarana (Sarpras) dikabarkan bernilai cukup besar, namun kondisi fisik bangunan di SMA Negeri 2 Sanga Desa justru berbanding terbalik dan tampak telantar tanpa realisasi pengecatan dinding.

Berdasarkan keluhan yang berkembang, alokasi anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi pemeliharaan infrastruktur tidak tampak pada kondisi fisik sekolah. Dinding-dinding ruangan kelas maupun gedung luar, plafonon dan toilet SMA Negeri 2 Sanga Desa terlihat sangat kusam, memudar, dan tidak tersentuh program pengecatan ulang sama sekali dalam waktu yang lama, Senin (15/06/2026). 

Ironisnya, minimnya perawatan visual ini terjadi di tengah besarnya porsi anggaran yang dilaporkan mengalir untuk kebutuhan sarpras lembaga pendidikan bentukan pemerintah daerah tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2023 pihak SMAN 2 Sanga Desa menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana melalui dana BOS Tahap I sebesar Rp 8.427.000 dan Tahap II sebesar Rp 37.412.000.

Sementara pada tahun 2024, sekolah tersebut kembali menganggarkan dana perawatan sarana dan prasarana sebesar Rp 11.900.000 dan pada tahap berikutnya sebesar Rp 42.707.000.

Jika ditotal, anggaran perawatan sarana dan prasarana sekolah selama tahun 2023 hingga 2024 mencapai Rp 100.446.000.

Besarnya anggaran tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak. Sebab, berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi bangunan sekolah dinilai masih memprihatinkan. Cat dinding sekolah tampak kusam dan mengelupas di beberapa bagian, bahkan sejumlah plafon ruang belajar juga terlihat rusak.

Kondisi itu memicu dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang telah dialokasikan dengan realisasi perawatan di lapangan.

Tidak adanya realisasi perawatan berkala ini memunculkan desakan kuat dan pertanyaan dari para wali murid mengenai ke mana aliran serta transparansi penggunaan dana operasional sekolah yang dikelola oleh manajemen sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Selatan. 

Kondisi gedung yang kumuh ditambah lagi dengan rumput halaman yang liar kian mempertegas dugaan lemahnya pengawasan atas realisasi dana pemeliharaan.

Warga setempat menuntut agar pihak aparat pengawas fungsional maupun dinas terkait segera turun ke lapangan guna melakukan audit menyeluruh terkait realisasi anggaran sarpras di SMA Negeri 2 Sanga Desa agar hak siswa mendapatkan lingkungan belajar yang layak tidak dikorbankan (IR).

Sabtu, 06 Juni 2026

Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah Berlangsung Sukses, Samsul Komar Terpilih dengan Perolehan Suara Terbanyak

TARGET INVESTIGASI - Lubuklinggau, 6 Juni 2026 – Pemilihan Ketua RT 01 Perumnas Rahmah, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, Kota Lubuklinggau, telah berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan demokrasi tingkat lingkungan tersebut diikuti oleh tiga kandidat calon Ketua RT dan mendapat antusiasme dari warga setempat.
Berdasarkan hasil penghitungan suara, jumlah mata pilih sebanyak 104 orang. Dari jumlah tersebut, terdapat 93 suara sah, 7 suara tidak sah (blanko), dan 4 warga tidak hadir dalam pelaksanaan pemungutan suara.
Adapun hasil perolehan suara masing-masing kandidat adalah sebagai berikut:
Kandidat Nomor Urut 01 memperoleh 7 suara
Kandidat Nomor Urut 02 memperoleh 73 suara
Kandidat Nomor Urut 03 memperoleh 13 suara
Dengan perolehan 73 suara, Kandidat Nomor Urut 02, Bapak Samsul Komar, resmi terpilih sebagai Ketua RT 01 Perumnas Rahmah untuk periode berikutnya.
Saat dikonfirmasi awak media usai pelaksanaan pemilihan, Bapak Samsul Komar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh warga yang telah menggunakan hak pilihnya serta turut menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan warga Perumnas Rahmah, khususnya RT 01, yang telah berpartisipasi dalam pemilihan Ketua RT ini. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan sukses, aman, dan tertib," ujar Samsul Komar.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang telah diberikan oleh masyarakat kepadanya untuk memimpin RT 01.
"Saya dan keluarga besar mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh warga Perumnas Rahmah. Insyaallah amanah yang dipercayakan kepada saya akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab, jujur, dan mengutamakan kepentingan masyarakat. Semoga ke depan RT 01 semakin maju, kompak, dan sejahtera," tambahnya.
Pelaksanaan pemilihan Ketua RT ini menjadi bukti nyata semangat demokrasi dan kebersamaan warga Perumnas Rahmah dalam menentukan pemimpin lingkungan yang diharapkan mampu membawa kemajuan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. (Ip)